“Program ini tidak hanya soal memberikan makanan, melainkan bagaimana negara hadir memastikan generasi kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Hindin Anisah.
Menurut Hindun, masalah stunting masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat. Ia menekankan bahwa keberhasilan program MBG akan sangat ditentukan oleh kualitas bahan pangan yang digunakan.
“Saya berharap Badan Gizi Nasional dapat memperhatikan kualitas pangan yang disalurkan. Apalagi, jika kita bisa memanfaatkan potensi pangan lokal, ini tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” tambahnya.
Adib Al-Fikry, S.A.B., M.B.A – Staff Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi
3. Ratnawati, S.T –
Dalam kesempatan yang sama, Staff Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional Adib Al-Fikry menyampaikan bahwa visi utama program ini adalah mendukung terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045 dengan memastikan ketahanan pangan dan gizi berkelanjutan.













