BANDUNG, BEDAnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, di Jalan Diponegoro 27,Kota Bandung, sebagai salah satu gedung kebanggaan rakyat Jawa Barat, saat ini tengah ditata dengan melengkapi sarana danprasarananya.
Salah satu penataan sarana yang terbilang urgen adalah penyediaan sarana Poli kesehatan, yang sejak beberapa waktu telah difungsikan sebagai sarana pelayanan kesehatan yang sifatnya pencegahan atau preventif.
Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Jawa Barat Dr. H. Dodi Sukmayana, S.E., M.M. kepada BEDAnews.com menyebutkan, Poli Kesehatan di Gedung DPRD Jawa Barat berfungsi untuk memeriksa kesehatan yang sifatnya pencegahan. Misalnya pengecekan tekanan darah.
“Yang ada di gedung DPRD Jabar ini adalah Poli Kesehatan, bukan Poliklinik,” kata Dodi di ruang kerjanya, Jumat (17/11/2023).
Poli Kesehatan menyediakan perawatan sementara. Ketika tiba-tiba ada anggota atau pegawai stroke atau tidak terkontrol darah tinggi, poli kesehatan dapat melakukan rujukan ke Rmah sakit untuk tindakan yang komprehensif.
Untuk pelayanan kesehatan di Poli Kesehatan DPRD Jabar ini, ada dua perawat bertugas setiap hari pada jam kerja dan dokter ada satu, dalam satu minggu dokter bertugas dua kali masuk di Poli Kesehatan DPRD Jabar. Waktunya hanya 1 sampai 2 jam. “Dokternya dokter umum, artinya dia bisa membaca hasil medical check up,” kata Dodi.
“Ketika anggota dewan sudah habis medical check up, hasil medical check up-nya dapat dikonsultasikan dengan dokter,” jelasnya.
Keberadaan Poli Kesehatan DPRD Jabar ini telah ditinjau dan diapresiasi Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) H.Taufik Hidayat, S.H., M.H. dan Sekretaris DPRD Jawa Barat, Barnas Adjidin, pada Kamis (9/10/2023).
Taufik Hidayat mengatakan rasa kagum dan bangga dengan telah adanya Poli Kesehatan di Gedung DPRD Jabar. Dengan adanya Poli Kesehatan ini, keluarga ASN dan non ASN maupun para anggota DPRD Jabar akan merasa terbantu untuk berobat atau pun mengecek kesehatan.@herz











