“Saat briefing staf, saya sampaikan di depan kita ada persoalan yang menantang, yaitu Sungai Citarum yang begitu kotor, tapi kalian biarkan. Kalau kalian mengatakan bukan tanggung jawab kita, OK, tapi ingat, ada 8 Wajib TNI yang salah satunya adalah TNI menjadi contoh, mempelopori dan mengatasi kesulitan rakyat,” kata Doni.
Di sisi lain, Doni mendapat informasi bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan uang lebih dari 100 triliun rupiah sejak tahun 1980, untuk menuntaskan pencemaran sungai Citarum. Tapi, toh belum berhasil, bahkan kondisinya semakin parah.
Doni pun memotivasi prajuritnya dengan menunjuk badge Siliwangi dengan logo “maung” (harimau).
“Kalau kita biarkan rakyat sepanjang sungai Citarum sengsara karena pencemaran, itu sama artinya kita sudah kehilangan sifat patriotisme sebagai anggota TNI. Jangsan sampai, “maung” berubah menjadi “meong”,” kata Doni.













