Tasikmalaya, BEDAnews
Dalam rangka melestarikan kebudayaan Sunda, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/5) menggelar acara Alim Paido dihalaman kantor Bupati Tasikmalaya, yang diikuti oleh perwakilan 33 Kecamatan dan dihadiri oleh Muspida, DPRD dan pihak terkait.
Kepala Dinas Pariwisata Kab. Tasikmalaya, Drs. Nana Heriana, menyebutkan kegiatan Alim Paido yang dilombakan ada 10 cabang diantaranya permainan sumpit, gatrik, bedil jepret, rorodaan, perepet jegkol, sorodot gaplok, gasing, panggal, pecle, kelom batok, dan jajangkungan yang merupakan eksibisi yang diambil dari sanggar padepokan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak bisa kenal dan tidak melupakan kebudayaan Sunda.
Sementara itu menurut Asda Kab Tasikmalaya, Drs. H. E Z Alfian, M.Pd., kegiatan Alim Paido yang dikemas Disparbud, adalah sebagai sarana penanaman nilai-nilai kearifan lokal yang saat ini nyaris pudar dan juga merupakan penanaman nilai kebersamaan.
Selain untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda dengan berbagai variasinya, juga sebagai media rekreasi dan peserta terbaik akan dibina untuk dibawa ke Jawa Barat, tutur Alfian yang ditemui Bedanews.com di ruang kerjanya.
Dalam kesempatan tersebut, Alfian berharap kegiatan tahunan seperti ini akan terus dilanjutkan bukan cuma untuk mengabadikan masa lalu, tetapi untuk mengabadikan nilai-nilai masa lalu, tegasnya berharap. (Anton/Endang)











