Lebih lanjut Ade menyebutkan, data dari BPS Jabar, angka pengangguran di Jabar sekitar 1,8 juta jiwa atau sebesar 8,2% dari jumlah penduduk Jabar yang saat ini sudah mencapai 48 juta jiwa lebih.
Karena itu diharapkan pada aklhir jabatan Gubernur dapat menurunkan angka pengangguran sebesar 1% yaitu dari 8,92% menjadi 7,9 %. Namun, sampai akhir Agustus lalu, Disnakertrans Jabar sudah berhasil mencapai 7,6 %. ini sudah melebihi target 1%, ujarnya.
Keberhasilan ini dicapai karena Disnakertrans Jabar, menerapkan sistem jemput bola. dimana dulu, calon tenaga kerja direkrut dan dilatih di BLK. Namun kini, kita yang datang ke desa-desa melalui Mobile Training Unit (MTU) yang isinya peralatan pelatihan yang siap bergerak ke desa- desa lokasi pelatihan.













