Cimahi, BEDAnews
Mengantisipasi keresahan warga terkait dugaan peredaran baso yang dioplos daging babi, Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian Kota Cimahi melakukan sidak ke sejumlah pasar dan sekitarnya di Kota Cimahi.
“Kami diminta warga untuk melakukan sidak ke pasar-pasar tentang dugaan adanya baso yang dioplos daging babi, atas permintaan tersebut, tim kami bersama tim dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat melakukan pemeriksaan ke sejumlah penjual bakso di pasar-pasar dan sekitarnya, karena jika dugaan itu benar akan meresahkan masyarakat, terutama umat Islam,“ ujar Kadiskopindagtan Kota Cimahi, Tatang Turhendi, saat dihubungi, Senin (17/12).
Menurut Tatang, sidak perlu dilakukan untuk mengetahui sampai sejauhmana peredaran baso yang ada di Kota Cimahi ini, namun hasilnya belum bisa langsung disampaikan, karena harus dilakukan pengujian di laboratorium. Jika memang hasil pengujian di laboratorium menunjukan adanya kandungan babi dalam baso yang beredar di Kota Cimahi, pihaknya akan melakukan tindakan selanjutnya.
Upaya inipun dilakukan, untuk melindungi para konsumen, terutama umat muslim yang merupakan warga mayoritas di Kota Cimahi “Pelaksanaan sidak dilakukan oleh tim kami dibawah koorinasi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat,“ terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Diskopindagtan Kota Cimahi drh. Suyoto mengatakan, atas informasi yang disampaikan warga tentang peredaran baso yang diduga mengandung kandungan babi di Kota Cimahi, pada Senin kemarin, pihaknya melakukan pengambilan sampel di sejumlah pasar.
“Pengambilan sampel dilakukan untuk pengujian di laboratorium supaya ada kejelasan apakah benar ada peredaran baso yang diduga mengandung babi di Kota Cimahi,“ tuturnya. (Bubun)











