Sedangkan di Jalan Cipaganti, lanjutnya, dari V/C ratio 0,80 menjadi 0,82, waktu tempuh menjadi berkurang, dari yang semula 24, 9 menit menjadi 23,7 menit. Namun, aplikasi menunjukkan ada penurunan kecepatan, dari 15,6 km/jam menjadi 14,3 km/jam.
Kendati sudah mendapatkan hasil perhitungan tersebut, Sultoni masih harus mengkaji elemen-elemen jalan lain, seperti perubahan rute angkot, kemungkinan kepadatan di jalur-jalur alternatif, hingga keberadaan Pedagang Kaki Lima di sejumlah titik.
“Sebetulnya yang harus kita antisipasi adalah jalan-jalan penghubung dari ruas-ruas jalan tersebut, jalan-jalan kecil seperti Jalan Sederhana. Di jalan itu ada pedagang juga, ada parkirnya juga. Ini yang kita antisipasi,” ujarnya.
Ia masih akan mengevaluasi dengan jajaran kepolisian, terutama tentang kesiapan kedua belah pihak. Hal lain yang akan dipertimbangkan antara lain pengaturan lampu lalu lintas di beberapa titik.












