Seorang pemimpin militer yang baik bukan hanya mampu menghukum pelanggaran, melainkan juga membangun kondisi organisasi yang mencegah pelanggaran berulang. Disiplin yang kuat lahir dari aturan yang jelas, keteladanan pimpinan, pengawasan yang konsisten, dan kesadaran prajurit terhadap kehormatan profesinya.
*Werving: Menjaga Integritas Sejak Pintu Masuk*
Jika disersi berkaitan dengan disiplin prajurit, pelanggaran werving menyentuh fondasi pembentukan kekuatan TNI AD. Proses penerimaan prajurit bukan sekadar kegiatan mengisi kebutuhan personel. Di situlah kualitas manusia yang akan mengemban tugas pertahanan negara mulai ditentukan.
Kenaikan pelanggaran werving sebesar 155% merupakan indikator yang perlu mendapat perhatian khusus. Besarnya kenaikan tersebut menuntut pemeriksaan yang cermat mengenai jenis pelanggaran, pola penyimpangan, proses pengawasan, serta hasil penanganannya. Tujuannya bukan sekadar menemukan pelaku, melainkan memastikan bahwa sistem penerimaan prajurit benar-benar berjalan sesuai ketentuan.













