Pembinaan mental, kepemimpinan satuan, pengawasan personel, kondisi kedinasan, serta persoalan pribadi dan keluarga yang relevan perlu menjadi bagian dari evaluasi. Semua itu harus diperiksa secara objektif, bukan diasumsikan sebagai penyebab sebelum terdapat bukti yang memadai.
Di sinilah kepemimpinan komandan memperoleh arti yang sesungguhnya. Komandan tidak hanya bertugas memberikan perintah, mengawasi pelaksanaan tugas, dan menuntut kepatuhan. Ia juga bertanggung jawab membangun satuan yang memiliki disiplin, semangat pengabdian, solidaritas, dan kepercayaan terhadap kepemimpinannya.
Ketegasan harus berjalan bersama keteladanan. Pembinaan harus disertai penegakan hukum. Perhatian terhadap prajurit tidak boleh menghilangkan tanggung jawab, sementara penegakan disiplin tidak boleh kehilangan keadilan.













