Karena itu, persoalan disersi dan werving perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan kekuatan pertahanan yang lebih luas. Pembenahan internal bukan agenda yang terpisah dari modernisasi militer, melainkan salah satu prasyarat keberhasilannya.
TNI AD membutuhkan prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cakap secara teknis, matang dalam mengambil keputusan, tangguh menghadapi tekanan, dan teguh memegang nilai pengabdian. Dalam perang modern, kualitas manusia tetap menentukan bagaimana teknologi digunakan, bagaimana perintah dilaksanakan, dan bagaimana satuan mempertahankan kemampuan tempurnya.
*Pembenahan Harus Terukur dan Berkelanjutan*
Menghadapi persoalan tersebut, TNI AD perlu menempatkan pembenahan sebagai agenda kepemimpinan yang konkret dan terukur.













