Pelajaran strategisnya jelas: modernisasi pertahanan tidak dapat berhenti pada pengadaan alat utama sistem persenjataan. Teknologi harus ditopang prajurit yang kompeten, latihan yang realistis, doktrin yang adaptif, pemeliharaan yang memadai, dan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan di bawah tekanan.
Bagi TNI AD, disiplin dan integritas merupakan bagian dari kesiapan tersebut. Prajurit harus mampu menguasai teknologi sekaligus memiliki karakter, tanggung jawab, dan kemampuan bertindak sesuai hukum serta perintah yang sah. Organisasi juga harus memastikan bahwa setiap satuan memiliki personel yang terlatih, terpelihara kemampuannya, dan siap melaksanakan tugas.
Persenjataan modern tidak akan menghasilkan kekuatan optimal apabila kualitas operator, pemeliharaan, latihan, dan sistem komandonya tidak memadai. Demikian pula, jumlah personel yang besar tidak otomatis mencerminkan kesiapan tempur apabila pembinaan, disiplin, dan profesionalismenya tidak terjaga.













