Garut, BEDAnews
Pelayanan prima di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Garut, bisa terbukti. Beberapa warga Garut yang mengurus akte kelahiran untuk anaknya dapat diselesaikan dalam jangka waktu singkat.
Menurut Kepala Dins Kependudukan dan catatan Sipil Kabupaten Garut Drs. H. Darsani M.Si., saat ditemui BEDAnews.com Kamis (11/7/20130), pelayanan untuk pengurusan akte kelahiran sudah merupakan kewajiban bagi petugas yang ada di dinas catatan sipil.
Sekalipun saat ini adanya nomor antrean hanya dibatasi sampai 400 pemohon saja, tetapi untuk tercapainya target dan pelayanan tidak mengecewakan masyarakat Garut terpaksa harus bekerja sampai larut malam, ujar Darsani.
Darsani menjelaskan, selama datang ke kantor tersebut, jam kedatangannya pun berbeda-beda, dengan maksud untuk bisa mendapatkan nomor antrean tersebut, bahkan bulan Juli ini harus menyelesaikan 60.000 lebih Akta Kelahiran, belum KTP, mengurus Surat Pindah dan lainnya, tapi di tempat itu sudah ada ratusan pengantre sejak pagi.
Namun di tempat itu pun sekalipun dibatasi pengurusannya hanya sebanyak 50 pemohon. Namun kenyataannya sampai jam 4 pun masih dilayaninya. Karena khawatir pada si pemohon yang alamatnya jauh, ujar Darsani.
“Ya, tidak semua pemohon mendapatkan nomor antrian, ada juga sebagian pemohon yang kecewa karena tak bisa mendapatkan nomor antrean, atau jam kerjanya sudah tutup,” tambah dia.
Yang jelas, untuk bulan Juli 2013 itu pemohon membludak. Sementara Dispenduk Capil terbatas waktu penyelesaian dan jumlah pegawai yang menangani pelayanan tersebut, serta butuh perhitungan penelitian dan kelengkapan berkas pemohon, karenanya dibatasi, jelas Darsani.
Tentu saja sebagai fungsi pelayanan umum, apa yang dilakukan Dispenduk Capil tak tepat. Pasalnya, dinas ini yang memberlakukan pengurusan terakhir bagi pemohon yang terlambat, tentu saja bakal diserbu pemohon.
Seharusnya, jika memberlakukan aturan tersebut, tentu harus siap dengan segala resiko diserbu pemohon. Bahkan dinas, seharusnya sudah memiliki langkah antisipasi dengan cara menambah pegawai pengurusan, bukan malam melakukan pembatasan pengurusan setiap harinya, ujarnya. (Sighar/Yanti)











