Ia juga menekankan bahwa, pandemi telah menjadi momen penting yang membentuk daya tahan KAI. Pengalaman 2020–2021 memberikan pelajaran untuk bergerak cepat, berpikir jangka panjang dan mengandalkan digitalisasi sebagai tulang punggung efisiensi.
“Kami tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh. Ketahanan dan semangat beradaptasi itulah yang kini memperkuat pondasi bisnis KAI,” tambahnya.
Kinerja KAI selama masa Angkutan Lebaran 2025 menjadi salah satu refleksi keberhasilan transformasi tersebut. Volume pelanggan meningkat dari 4,4 juta pada 2024 menjadi 4,7 juta pada 2025. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan pun mencapai 99,69% dan kedatangan 97,23%, meningkat dari tahun sebelumnya. KAI juga terus memperluas kapabilitas bisnis logistik, terutama di sektor angkutan batu bara.













