Argumentasi tersebut bisa jadi sangat masuk akal dan logis, mengingat saat ini Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, tengah fokus menjalankan mandat Gubernur DKI Jakarta untuk mempercepat transformasi layanan air bersih di ibu kota. Agenda strategis seperti rencana IPO dan target ambisius untuk memastikan akses 100% air bersih bagi seluruh warga Jakarta pada 2029 merupakan prioritas utama dalam kepemimpinannya.
Oleh karena itu, penyampaian informasi kepada publik harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, terutama jika menyangkut integritas seseorang yang sedang memegang tanggung jawab besar dalam pelayanan publik. Dalam konteks ini, saya meyakini Pemerintah Provinsi, khususnya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan merespons isu tersebut secara bijak, proporsional, dan profesional, sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. ***













