“Desa ini prioritas bersama, sebab, saat desanya maju, maka Indonesia maju, begitupun saat desanya juara maka Jabar akan juara,” kata dia.
Menurut dia, desa adalah sesuatu yang unik dan khas, terlebih sudah terbentuk sejak lama, dimana ada norma dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi.
“Maka desa layak diprioritaskan, karena di sanalah cita-cita di mulai,” kata Dicky.
Dicky menyebut, pada 2018 silam, Gubernur Jabar memasang target Indeks Desa Membangun (IDM) Jabar 0,23 pada tahun 2023. Tahun 2021 justru angka yang dihasilkan 0,72 atau sudah melebihi target.
Jika tahun 2018 jumlah desa sangat tertinggal berjumlah 48 desa, saat ini sudah tidak ada lagi, begitupun dengan desa tertinggal yang semula 929 desa, kini tinggal 18 desa, selebihnya desa maju dan 586 desa sudah masuk level desa mandiri.













