Nasional

Dialog Lintas Agama FKUB, Sarana Bangun Kerukunan Umat Beragama

Jakarta, BEDAnews.com

Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi,  saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.  Pemeliharaan kerukunan umat beragama adalah upaya bersama,  umat beragama dan Pemerintah di bidang pelayanan, pengaturan, dan pemberdayaan umat beragama.

 

Dan untuk membangun kerukunan tersebut  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Dialog Lintas Agama dalam rangka Cap Go Meh, acara yang digelar di Kelenteng Kongmiao TMII, dihadiri umat Konghuchu tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh lintas Agama, baik dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu serta Budha.


Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, KH. Ahmad Syafi’i Mufid, pada wartawan menjelaskan  bahwa, Dialog Lintas Agama seperti ini kita jadikan tradisi baru untuk saling menghormati antar agama, karena kalau kegiatan peringatan dengan ibadah bersama memperingati hari agama tertentu dapat menimbulkan masalah, oleh sebab itu kita lakukan cara saling menghargai sesama umat beragama kita lakukan dengan dialog, paparnya.



“Dengan Dialog Lintas Agama seperti ini juga diharapkan dapat memberikan masukan akan gagasan kerukunan antar umat beragama, dengan dialog maka kita akan saling kenal, saling memahami dan menambah pengetahuan, ini sangat penting karena kasus-kasus kerusuhan dan kekurang harmonisan penganut agama di beberapa daerah, rata-rata pimpinan antar agama kurang saling mengenal, oleh sebab itu di DKI Jakarta ini kita terus mendekatkan tokoh-tokoh lintas agama sampai ke masyarakat, dan kegiatan seperti Dialog ini sudah dibangun hingga tingkat Kelurahan,” tegas KH Syafii.



Sementara Kepala Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, DR.H Ratiyono juga menekankan bahwa, Dialog antar umat beragama seperti ini sangat baik dalam upaya menciptakan kerukunan umat beragama di DKI Jakarta, sehingga saat ada gesekan yang ada hubungannya dengan agama, maka FKUB serta tokoh lintas agama, dapat berada di depan dalam menyelesaikan konflik antar umat beragama, sementara dalam kehidupan bermasyarakat meskipun berbeda agama namun dapat saling bantu dan tolong menolong.



Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kesbangpol yang baru menjabat 2 bulan tersebut, H Ratiyono juga menyampaikan program Pemda DKI Jakarta dalam melaksanakan program 5 tertib, mulai dari tertib Lalu Lintas, tertip membuang sampah, tertip Pedagang Kaki Lima, Tertip hunian dan Tertib Demo.

 

Menurut Dewan Rohaniwan Matakin, Jaeng Rana Oka Wijaya atau yang biasa disapa Pang Ong pada wartawan bahwa, Dialog Lintas Agama dalam rangka Cap Go Meh ini, merupakan wujud kebersamaan, karena Cap Go Meh dimulai dari Imlek dan pada penutupan tahun yaitu hari ke lima belas setelah imlek dilakukan syukuran, dan sebagai wujud ungkapan syukur, dalam perayaan Cap Go Meh selalu melibatkan seluruh umat beragama, karena Cap Go Meh adalah tradisi warga keturunan Tionghoa, apakah mereka beragama Islam, Kristen, Katolik, Budha serta Khonghuchu, di Indonesia sebanarnya sudah dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa sejak dulu, hanya saat pemerintahan Orde Baru, tradisi dan agama dari China dilarang oleh Pemerintahan Soeharto dan saat Gus Dur menjadi Presiden maka Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Kepres yang mengijinkan kegiatan Imlek dan Cap Go Meh serta penampilan budaya Tionghoa lainya, dan melalui Dialog ini kita ingin membangun kebersamaan lintas agama, paparnya. (Red)

Baca Juga  Tindaklanjuti Komitmen Anies Baswedan, Panitia HPN 2021 Koordinasi Dengan Kominfotik

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close