Monosque, BEDAnews-
Lain Ikan Lain belalang mungkin itu peribahasa yang cocok untuk membedakan pesta demokrasi di Indonesia dengan di Perancis.
Salah seorang warga Kota Manosque dep.Alpes Haute Provence asal Bandung , Joely Samadi mengatakan, seperti halnya di Indonesia proses pengusungan Calon Wali Kota di kota ini mirip dengan di Indonesia yaitu diusung melalui partai politik yang ada. “Di Perancis sendiri, secara nasional ada lima parpol , namun saat pemilihan wali kota disini ada tiga kandidat dari tiga partai yaitu partai Socialis, Partai UMP dan Partai Demokrat, “ jelasnya.
Yang berbeda kata Joely adalah dalam hal kampanye, yang dilakukan hanya melalui poster yang dipasang di tempat umum yang sudah disediakan, satu hari sebelumnya bertemu langsung kandidat dengan rakyat,di kota itu ada lapangan di pusat kota, pusat perbelanjaan, jadi si calon bisa ngobrol langsung dengan rakyat. “Para kandidatpun saat datang ke tempat kampanye cukup jalan kaki tidak naik kendaraan berkeliling kota. Saat kampanye dilakukan dengan mengajak dialog warga kota tentang program yang sudah ada dari pusatnya jadi nyambung,umpamanya pole employ (Depnaker ) kalau di Indonesia, ,itu yang sering di bahas karena masalah tenaga kerja merupakan masalah nasional,” paparnya.
Saat ada pergantian menteri,walikota,atau presiden, program itu terus sama harus dibahas,dan diperbaiki. Kota berpenduduk 26.000 orang ini juga memiliki satu permasalahan jumlah penduduk terkait dengan pembagian daerah. Uniknya, setelah Pemilu walikota biasa aja tenang,aman, yang lebih ramai di senat pusat. “Cirinya, di kota ini kalau tenang artinya sebagian besar masyarakat menerima, kalau ada masalah mereka langsung keluar suara melalui perkumpulan masa mereka , tapi berjalan damai karena dilakukan secara dialog, “ pungkasnya. (bun)











