“Kirab ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya Sunda, sekaligus momentum mempererat persatuan dan menanamkan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Anton Charliyan menjelaskan bahwa, Mahkota Binokasih memiliki makna filosofis “penuh kasih sayang”, yang mencerminkan harapan agar pemimpin menjalankan pemerintahan dengan bijaksana dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, mahkota tersebut juga menjadi simbol identitas, legitimasi, serta eksistensi masyarakat Sunda yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, didampingi Anton Charliyan menyerahkan naskah “Amanat Galunggung” kepada Gubernur Jawa Barat sebagai simbol estafet nilai kepemimpinan leluhur.













