Prosesi kirab menampilkan beragam atraksi budaya, mulai dari tarian tradisional, iring-iringan kuda pengawal, hingga kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih sebagai simbol kejayaan dan legitimasi masyarakat Sunda.
Gubernur Dedi Mulyadi dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga amanah leluhur dalam kehidupan masyarakat modern.
“Amanah dari karuhun harus dijaga dengan kasih sayang dan kepedulian. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan layanan kesehatan atau pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam menyukseskan kegiatan tersebut, serta mengajak masyarakat untuk menjaga budaya dan lingkungan, khususnya kawasan Galunggung.
Sementara itu, Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Anton Charliyan, menegaskan bahwa, kirab budaya ini bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki nilai strategis dalam memperkuat nasionalisme dan kebanggaan budaya.













