Ia menambahkan, HPN merupakan momentum refleksi bersama antara pers dan negara dalam menjaga demokrasi, persatuan, serta kepentingan nasional.
Ahmad Muzani juga menyinggung perubahan lanskap jurnalistik saat ini, di mana peran pewarta turut dijalankan oleh netizen dan konten kreator di ruang digital.
“Dari pemberitaan mereka kita mengetahui bahwa, ada bantuan yang belum sampai dan penanganan yang belum optimal,” ujarnya.
Audiensi dengan Ketua MPR RI tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus PWI Pusat lainnya, yakni Bendahara Umum, Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerjasama, Ariawan beserta Wakilnya Kadirah, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Irfan Junaidi.
Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal, Haryo Ristamadji, Ketua Departemen Hankam TNI-Polri, Johnny Hardjojo, beserta Wakilnya Musrifah dan Badar Subur, Ketua Departemen Parlemen, Ade Candra, Ketua Departemen Seni, Musik, Film dan Budaya, Ramon Damora, Ketua Departemen Kajian dan Litbang, Akhmad Sefudin dan Wakil Humas, Akhmad Dani. (Red).












