Karena yang dibawa pulang dari sebuah jabatan bukan kursi, melainkan nama baik dan jejak pengabdian.
*TIDAK GENTAR KEPADA KEKUATAN*
“Kau kuat, aku tak gentar.”
Inilah keberanian yang sesungguhnya.
Keberanian seorang prajurit memang ditempa melalui latihan, disiplin, risiko, dan kesiapan menghadapi bahaya. Namun setelah seseorang meninggalkan medan tugas dan memasuki ruang kehidupan kenegaraan, ada bentuk keberanian lain yang tidak kalah penting: keberanian moral.
Berani mengatakan yang benar meskipun tidak menyenangkan.
Berani mengatakan tidak meskipun berisiko kehilangan sesuatu.
Berani mengingatkan ketika orang lain memilih diam.
Berani mempertahankan prinsip ketika kepentingan menghendaki kompromi yang melampaui batas.













