Hukum

Dewan Minta Pemprov Awasi Pembongkaran Bangunan Kahatex Penutup Sungai

Bandung BEDAnews.com

Berlarut-larutnya penanganan banjir di kawasan Rancaekek Kabupaten Bandung yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan didaerah tersebut  tidak lepas dari sikap PT Kahatex yang terlalu mengedepankan kepentingan pribadinya ketimbang kepentingan umum.

Demikian dikatakan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat. Ir. Gatot Tjahyono kepada wartawan di Bandung.

Dikatakannya. PT Kahatex sebagai pihak yang paling bertanggungjawab seharusnya memahami persoalan yang berdampak luas terhadap masyarakat tersebut.

"Banjir itu kan penyebab utamanya saluran air yang tersumbat bangunan Kahatex, seharusnya Kahatex punya jiwa nasionalisme, harus peduli, dan jangan mau asyik sendiri," tegas Gatot
Karena itu, anggota Fraksi PDIPerjuangan DPRD Jabar ini,  mendorong Pemprov Jabar terus mengawal PT Kahatex dalam membuktikan janjinya yang akan membongkar seluruh bangunan yang menutupi saluran air tersebut.

"Bila perlu, Pemprov Jabar ajukan kembali gugatan hukum agar benar-benar didengar sekaligus sebagai bukti ketegasan pemprov dalam menangani persoalan tersebut," Pintanya

Mengenai kemacetan sendiri Gatot menilai. Kemacetan yang terjadi  di kawasan tersebut sebenarnya bukan hanya karena banjir. Banyak penyebab lain, mulai keberadaan PKL dan mobilitas karyawan pabrik Kahatex, tetapi kemacetan di kawasan tersebut,  akan semakin parah jika banjir menerjang kawasan itu,  yang diakibatkan oleh buruknya sistem drainase dan ditutupnya Sungai Cikijing oleh bangunan PT Kahatex.

Karena itu Gatot  mengusulkan pembangunan jembatan layang atau flyover untuk mengatasi masalah kemacetan. “Pembangunan flyover yang membentang mulai dari Cileunyi hingga Parakanmuncang. Itu salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahunnya,”Katanya.@

Baca Juga  Perkara Tipikor Cisinga Tasikmalaya Divonis 1 Tahun, JPU Belum Eksekusi Para Terpidana





Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close