Lebih lanjut disebutkannya, peluang kerjasama di BIJB Kertajati, yang sesungguhnya juga sangat besar. Karena bandara tersebut disetting seluas ada 5.000 ha. Existing kita baru menggarap bandar udaranya saja, BIJB Kertajatinya saja. Padahal ada pekerjaan besar yang menanti yaitu. Luasnya 3.200 ha yang namanya aero city Kertajati.
Disebutkannya, Proyek lanjutan BIJB Kertajati itu, juga butuh investor besar, tidak bisa hanya mengandalkan APBD Provinsi saja. Jangankan mengandalkan APBD Provinsi, berharap dari APBN juga berat.
“Kalau toh kita mengharapkan bantuan dari pusat. Kalau bentuk bantuannya via APBD juga masih berat. APBN juga berat. Apalagi APBD Kabupaten Kota,” jelasnya.
Anggota DPRD dari dapil Indramayu Cirebon ini menyebut, Bila Inggris masuk jadi investor di Aero City BIJB Kertajati, sepanjang metodenya win-win solution. Endingnya adalah menaikkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat secara keseluruhan.











