Ketika kain sarung yang menjadi andalan suatu daerah, maka produksinya akan diarahkan bukan semata nilai materi tapi juga pahala semisal dimodifikasi menjadi gamis (jilbab) dengan motif-motif yang menonjolkan peradaban Islam sebagai bentuk syiar Islam. Sementara makna wisata dalam pandangan Islam adalah safar (perjalanan) yang bisa mendorong seseorang agar dapat merenungi keindahan alam ciptaan Allah Swt, mensyukuri dan bisa memotivasi menunaikan kewajiban hidup sesuai perintah dan larangan Allah. Adapun wisata dalam makna hakiki adalah sebagaimana sabda Rasulullah saw; “Sesungguhnya wisatanya umatku adalah berjihad di jalan Allah” (HR. Abu Daud 2486)
Dengan demikian keberadaan industri dan wisata yang dapat memajukan umat adalah ketika negara yang menerapkan syariat Islam sekaligus menjaga ketakwaan masyarakat ada di tengah umat. Karena negara merupakan institusi yang bertanggungjawab terhadap pengurusan publik dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak di akhirat Sabda Nabi Muhamad saw.: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).













