Luthfi Yazid menambahkan, saat ini banyak perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia seperti perusahaan nikel, batubara, semen, transportasi dan perkebunan. Mereka tersebar di berbagai wilayah seperti Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Sumatera.
“Beberapa perusahaan China yang beroperasi di Indonesia mengalami sejumlah kendala seperti terkait isu lingkungan hidup, ketenagakerjaan, birokrasi, dan korupsi. Mestinya hal-hal semacam ini dapat diatasi agar investasi China di Indonesia berjalan lancar dan saling menguntungkan,” katanya.
*Mengapresiasi*
Sementara itu, Presiden BLA, Liu Yanling dalam kata sambutan kunjungan kehormatan menyatakan, pihaknya merasa mendapat kehormatan dapat berkunjung ke Indonesia dan mengapresiasi sambutan hangat tuan rumah serta siap membangun kerjasama dengan DePA-RI.












