“Sesungguhnya aku tidak khawatir atas umatku kecuali para imam (pemimpin) yang menyesatkan.” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).
Hadis ini mengabarkan munculnya para pemimpin yang menyesatkan lagi bodoh. Keberadaan mereka sama sekali tidak membawa kebaikan bagi manusia dan alam semesta. Mereka telah menjual diri dengan harga sangat murah. Mereka diangkat sebagai pemimpin melalui mekanisme sistem yang tidak bersumber dari Alquran dan Sunah, menyelisihi konsensus para sahabat Rasulullah Saw. Politik uang dalam pilkada seolah menyatu dengan mekanisme baku pemilu itu sendiri. Nyaris mustahil jika pemilu dalam demokrasi tak melibatkan uang “panas” dari proses awal hingga akhirnya. Inilah rapor merah pilkada dalam demokrasi. Money politik meniscayakan terciptanya politik transaksional. Mahar politik melahirkan jual beli jabatan. Adanya sponsor pada calon akan melahirkan jual beli kebijakan. Semua akad batil ini akan terus langgeng dan dilestarikan selama platform negara ini tidak berpindah haluan.













