“Kalau ibu-ibu biasanya setelah memasak, kami membantu sebisa kami sesuai kemampuan. Sedangkan bapak-bapaknya bergiliran, karena juga harus menyesuaikan dengan pekerjaan sehari-hari,” tuturnya.
Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan bahwa, semangat kebersamaan dan gotong-royong yang ditunjukkan warga menjadi bukti besarnya harapan masyarakat terhadap kehadiran Jembatan Garuda.
“Tidak hanya di sini (Desa Pucangombo), kami sudah berkeliling ke berbagai wilayah yang menjadi lokasi pembangunan Jembatan Garuda. Kondisinya sama, masyarakat sangat antusias menyambut hadirnya program ini,” terangnya saat meninjau di lokasi.
Kolonel Untoro menjelaskan, jembatan yang dibangun memiliki panjang 40 meter dengan lebar 1,2 meter. Ia berharap, keberadaan jembatan tersebut mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses pendidikan.













