Cimahi, BEDAnews
Kekeringan yang berlangsung sejak beberapa bulan lalu, mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya sejumlah warga di Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan harus rela begadang tiap malam untuk mendapatkan air bersih.
Nartilah, salah seorang warga RT 03/02 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan mengatakan, dia bersama warga lainnya harus rela begadang hingga pukul 02.00 dini hari untuk mendapatkan beberapa jerigen air bersih dari sebuah pabrik dilokasi sekitar warga, karena sejak puluhan tahun lalu, sumur-sumur di daerah tersebut sudah tak ada airnya.
“Saya harus rela begadang hingga pukul 02.00 bahkan sampai subuh untuk mendapatkan beberapa jerigen air, karena sumur sudah tak ada air, serta pasokan dari PDAM sudah tidak ngocor beberapa bulan,” sebut Nartilah, tadi malam.
Air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari terpaksa harus diambil pada malam hari, karena pada siang hari digunakan untuk kepentingan masjid disekitar lokasi pabrik. Pada siang hari selain harus bekerja, disekitar lokasi perusahaan merupakan daerah yang lalu lintasnya padat. Terpaksa, warga harus rela mengambil air sejak matahari tenggelam hingga subuh.
Warga sangat berharap pemerintah bisa mengendalikan pengambilan air bawah tanah karena berakibat pada berkuirangnya pasokan air. Jika hal itu tak bisa dikendalikan, air bisa menjadi barang langka pada tahun-tahun mendatang.
”Kami minta pemerintah jangan terus memberikan ijin pembuatan sumuir artesisi terutama di perusahaan-perusahaan karena akan berdampak menipisnya persediaan air tanah,” tandasnya. (bubun munawar)











