JAKARTA || Bedanews.com – Aktivis pecinta alam dari komunitas Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP), Dar Edi Yoga, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi kerusakan hutan di Indonesia yang dinilainya masih berada pada tahap mengkhawatirkan.
Meskipun data terbaru menunjukkan adanya penurunan laju deforestasi bersih, ia menegaskan bahwa deforestasi di hutan primer tetap terjadi secara signifikan, dan dampaknya terus dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.
Menurut Dar Edi Yoga, kerusakan hutan bukan sekadar angka statistik, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan ekosistem dan manusia. Ia memaparkan bahwa, ekspansi perkebunan kelapa sawit, penebangan liar (illegal logging), pembakaran hutan, serta pembangunan infrastruktur dan pertambangan masih menjadi pendorong utama hilangnya jutaan hektare hutan alam di Indonesia.













