Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penambang pasir dan koral biasanya akan kembali beraktifitas setelah aliran Sungai Komering kembali normal. Supaya koral dan pasir tidak mengalami kerusakan akibat kotoran seperti kayu dan ranting pohon yang terbawa arus sungai.
“Banjir itu sudah dipastikan membawa kotoran dan kayu. Terpaksa kami menghentikan penyelaman. Tentunya dengan berhenti aktifitas penambang ini membuat perekonomian kami terganggu. Kami bergantung pada tambang pasir ini. Jadi jika tidak menambang kami tidak ada pemasukan,” katanya.
Sementara itu, Andre (40) yang juga penambang pasir tradisional yang biasa menyelam sungai komering untuk mencari pasir dan koral mengaku terpaksa berhenti karena derasnya arus sungai. Saat ini dirinya beralih menjadi transport pasir namun ini juga tidak bisa menjadi patokan baginya pasalnya stok pasir dd! lokasi tidak ada.













