KAB. BANDUNG.com — Anies Baswedan membahas Etika yang menurutnya perlu bagi pemimpin dalam dalam melaksanakan tugasnya, juga pembelian alutsista yang dianggapnya bisa membahayakan penggunanya, dengan alasan merupakan barang bekas.
Capres No Urut 1 itu, pada konferens pers usai mengikuti Debat Calon.Presiden (Capres) ke 3, ia menyatakan ini, bukan masalah personal melainkan organisasi. Namun pembelian alustita yang diharapkan dapat jawaban darri Capres No. 3, Prabowo Subianto, tidak sesuai dengan harapannya.
Saat debat, Anies meminta kepada Prabowo untuk bersikap transparan dan terbuka di depan umum, tidak perlu ditutup-tutupi. “Tujuannya agar rakyat bisa tahu untuk apa pembelian alustita itu termasuk peruntukkannya, tapi mengapa harus barang bekas,” katanya, Minggu 7 Januari 2024.
Mendapat pertanyaan tersebut, Capres No Urut 3, Prabowo, menjawab tegas, kalau Anies tidak perlu berbicara masalah etika. Karena disebutkannya, Anies belum tahu apa arti etika.sebenarnya. itu salah satu jawaban sangat tegas dari Prabowo.
Sementara untuk.pembelian Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) TNI adalah sesuai alat peralatan utama beserta pendukungnya yang merupakan suatu sistem senjata yang memiliki kemampuan untuk pelaksanaan tugas pokok TNI.
“Itu untuk pertahanan negara kita dan bisa menjadikan megara Imdonesia disegani dunia. Apalagi masa ketahanan alutsista berupa pesawat tempur itu sampai 30 tahun, jadi masih layak untuk dipergunakan,” ujar Prabowo.
Bahkan Prabowo menegaskan, selama kepemimpinannya sebagai Menteri Pertahanan sudah ada 11 prestasi yang diraihnya. Dan itu bukti kalau dirinya bekerja untuk bangsa dan negara, “Apalagi saya mempunyai keinginan untuk mensejahterakan TNI/Polri kedepannya. Termasuk umtuk kehidupannya nanti,” tambahnya.
Sementara Capres No Urut 2, Ganjar Pranowo, menyatakan kelecewaannya dari apa yang disampaikan Prabowo atas pertanyaannya itu. Disebutkannya keterangan yang disampaikan tidak sesuai dengan data yang diterimanya.***












