Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi.
“Kami mendorong agar petugas tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi layanan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan. Rehabilitasi harus mampu memberikan dampak jangka panjang, termasuk dalam mencegah kekambuhan serta mendukung reintegrasi sosial anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BNNP, BNNK dan seluruh mitra rehabilitasi, sehingga tercipta sistem layanan yang terpadu dan berkelanjutan,” tambahnya.
Salah satu peserta, Antonius Donni dari IPWL Yayasan Cahaya Kusuma Bangsa (YCKB) Surakarta, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan yang dinilai sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.













