“Dengan kompetensi yang semakin baik, petugas diharapkan mampu memberikan intervensi yang tepat sasaran, mengurangi risiko kekambuhan, serta mengembalikan anak ke lingkungan sosialnya secara optimal. Kegiatan ini juga merupakan bagian nyata dari dukungan terhadap program Ananda Bersinar, yang menekankan pentingnya perlindungan dan penyelamatan anak dari ancaman narkoba sebagai investasi masa depan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah, Sholikhun, M.H, menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kualitas layanan rehabilitasi di Jawa Tengah.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap petugas memiliki pemahaman yang utuh terkait kurikulum intervensi pada anak, mulai dari aspek konseling, pendekatan psikososial, hingga teknik intervensi berbasis kebutuhan individu anak. Hal ini penting agar setiap layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan karakteristik dan permasalahan yang dihadapi oleh klien anak,” ungkapnya.













