“Materi yang diberikan sangat komprehensif dan membuka perspektif baru bagi kami dalam menangani klien anak. Kami tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik melalui simulasi, diskusi, dan roleplay yang membantu kami lebih memahami pendekatan yang tepat dalam berinteraksi dengan anak,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa, pendekatan yang diajarkan dalam pelatihan ini lebih humanis dan berorientasi pada kebutuhan anak.
“Pendekatan yang diajarkan sangat menekankan empati, komunikasi yang efektif, serta pemahaman terhadap kondisi psikologis anak, termasuk aspek trauma dan lingkungan sosialnya. Ke depan, kami optimis dapat menerapkan ilmu ini dalam praktik rehabilitasi sehari-hari, sehingga kualitas layanan di lembaga kami semakin meningkat. Harapannya, anak-anak yang kami dampingi tidak hanya pulih dari ketergantungan, tetapi juga mampu kembali berfungsi secara sosial dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.













