Sejarah menunjukkan bahwa hampir semua kekuasaan yang gagal memiliki pola yang sama. Mereka terlalu sibuk membangun citra sehingga lupa membangun kepercayaan. Mereka mengumpulkan tepuk tangan, tetapi menolak peringatan. Mereka mengelilingi diri dengan pujian, lalu mengira itulah kenyataan.
Padahal kritik bukan ancaman terhadap negara. Kritik adalah alarm yang mencegah negara tersesat. Hanya kekuasaan yang kehilangan kepercayaan diri yang menganggap setiap perbedaan pendapat sebagai permusuhan.
Demokrasi tidak tumbuh karena semua orang sepakat. Demokrasi tumbuh karena negara cukup dewasa untuk mendengar suara yang tidak menyenangkan.
*Lahirnya “Londo Coklat”*
Londo Coklat bukanlah orang yang bekerja untuk bangsa lain. Ia adalah simbol dari mentalitas yang menempatkan jabatan di atas nurani, loyalitas di atas kejujuran, dan rasa aman pribadi di atas kepentingan republik.













