Ia menuturkan, selama menempuh pendidikan banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari tekanan akademik hingga kelelahan fisik dan mental. “Kami pernah berada di titik merasa lelah bahkan hampir menyerah. Namun berkat dukungan keluarga, dosen, serta teman-teman seperjuangan, akhirnya kami bisa melewati semua proses ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, profesi dokter gigi tidak hanya menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga membutuhkan kesabaran, empati, serta ketulusan dalam melayani pasien.
Sementara itu, perwakilan orang tua lulusan, dr. Riadhi Yulianto, Sp.B.Subsp.Onk(K)., SE., MBA, menyampaikan pesan agar para dokter gigi baru tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.
Menurutnya, momen kelulusan justru merupakan awal dari perjalanan panjang dalam mengabdikan ilmu kepada masyarakat.













