Sementara itu, pada 29 April 2026, Putin dan Trump berbincang telepon 1,5 jam. Putin mendukung gencatan senjata tapi menyatakan bahwa jika AS-Israel menggunakan kekuatan lagi, dampaknya buruk bagi semua pihak. China tidak banyak bicara, mereka justru sibuk memperkuat posisi Yuan sebagai mata uang cadangan global. Jepang dan Korea Selatan mulai mendekati China dan Rusia untuk keamanan energi mereka.
AS di bawah Trump adalah Amerika yang transaksional. Mereka bertahan jika ada untung, pergi jika tidak. Itu bukan sekutu. Itu mitra bisnis bersenjata.
Indonesia mengimpor hampir 500.000 barel minyak per hari. Jika Hormuz benar-benar ditutup, harga BBM di negeri kita akan meledak. Inflasi menghantam rakyat kecil lebih dulu. Dan semua ini saling terhubung. Tidak ada wasit. Tidak ada polisi.













