Sebaliknya, ketika pangan terganggu, efeknya dapat menjalar ke berbagai sektor sekaligus.
Karena itu, memperkuat petani bukanlah tindakan karitatif. Ia adalah keputusan strategis.
Prof. Yuwono Sudarsono pernah mengingatkan bahwa kekuatan nasional pada akhirnya bertumpu pada kualitas manusia. Dalam konteks pertanian, manusia itu adalah petani Indonesia. Mereka harus memperoleh akses terhadap pendidikan, teknologi, pasar, dan perlindungan usaha yang memadai.
Tanpa itu, pembicaraan mengenai ketahanan pangan hanya akan menjadi retorika.
*Indonesia 2045 dan Tantangan Generasi Baru*
Indonesia memiliki cita-cita besar menjadi negara maju pada tahun 2045.
Namun ada satu pertanyaan yang jarang diajukan: siapa yang akan menjadi petani Indonesia pada saat itu?













