Tantangan teknis lainnya mencakup struktur reservoir yang terfragmentasi akibat aktivitas tektonik, sehingga menghasilkan banyak patahan kecil dan mengakibatkan ketidakterhubungan antarresevoir.
Selain itu, letak target reservoir yang berada di bawah badan air membutuhkan desain sumur khusus agar dapat mencapai zona produktif secara presisi. “Ini memerlukan perencanaan menyeluruh agar potensi sumber daya dapat dimaksimalkan,” jelas Imam.
Manager Subsurface Development Area 1 Zona 9, Magfirah Rajab, menyampaikan bahwa, tim subsurface terus melakukan kajian komprehensif untuk mengoptimalkan perolehan migas di Area 1. “Evaluasi berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan produksi, sekaligus membuka peluang inovasi di tengah dinamika karakter reservoir,” ujarnya.











