Dengan pendekatan ini, produksi dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan tanpa menambah risiko operasi, sekaligus memperpanjang umur produksi sumur. Saat ini, sebagian besar sumur di area Dondang telah memanfaatkan PCTGL sebagai solusi enhanced production.
Manager PHSS Field, Widhiarto Imam Subarkah, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui optimalisasi investasi dan pengembangan teknologi yang efektif. “Inovasi dan teknologi merupakan tulang punggung keberlanjutan produksi migas kami. Hal ini sejalan dengan komitmen PHE dan Pertamina dalam menyediakan pasokan energi yang andal bagi pembangunan nasional,” ujarnya.
Menurut Imam, pengembangan area Dondang juga menghadapi tantangan geoteknis dan lingkungan yang kompleks. Lapangan Mutiara dan Pamaguan berada di kawasan bervegetasi lebat, sebagian di antaranya terletak pada area badan air, sehingga menuntut desain operasi yang adaptif, aman, dan ramah lingkungan. “Kondisi lapangan mendorong kami menjalankan strategi operasi terintegrasi yang berorientasi pada keselamatan, kepatuhan, dan perlindungan lingkungan,” tambahnya.











