Tiga Urgensi Strategis
Riset ini didorong oleh tiga urgensi:
1. Krisis iklim dan kerawanan pangan global: Data BPS 2023 mencatat 22,8 juta penduduk Indonesia masih mengalami kerawanan pangan, sementara perubahan iklim mengancam produktivitas sistem pertanian konvensional.
2. Ancaman kepunahan pengetahuan tradisional: Hasbullah (2021) memperingatkan sekitar 60% pengetahuan tradisional masyarakat adat Indonesia terancam punah dalam dua dekade tanpa upaya dokumentasi sistematis.
3. Relevansi dengan agenda nasional: Riset sejalan dengan misi Astacita Prabowo-Gibran, khususnya Misi 2 swasembada pangan berbasis ekonomi hijau dan Misi 8 harmonisasi kehidupan dengan lingkungan dan budaya.
“Krisis ekologis abad ke-21 bukan semata soal keterbatasan teknologi, melainkan kegagalan cara pandang antroposentris yang menempatkan alam sebagai objek eksploitasi. Masyarakat adat seperti Baduy menawarkan alternatif melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan spiritualitas, budaya, dan ekologi,” tegas Prof. Lilis.











