Dalam kesempatan tersebut, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menegaskan pentingnya integritas dan objektivitas dalam menentukan calon prajurit. “Kita memilih calon-calon terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik dan akademis, tetapi juga memiliki mental dan kepribadian yang dedikasi tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Danlanud Sultan Hasanuddin menegaskan bahwa seleksi penerimaan prajurit TNI AU berlangsung secara objektif dan berlandaskan prinsip profesionalisme. “Setiap calon prajurit yang lolos harus benar-benar memiliki kesiapan fisik, mental, serta dedikasi tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Turut hadir dalam sidang Pantukhirda tersebut antara lain Kepala Dinas Personel (Kadispers) Kolonel Adm Sidik Pramono, M.M.S., Kepala Rumah Sakit dr. Dody Sardjoto, Kolonel Kes dr. Nicolas Ardito Susilo, Sp. Rad., (K). RI., Kepala Seksi Pembinaan Jasmani (Kasi Binjas) Letko Kes Adi Kusman, S.Pd., serta Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom), Letkol Pom Agust Leonardo Saud M.I.P, S.H., M.H. (Pen Hnd)












