Garut, BEDAnews
Banyaknya sekolah swasta yang belum menerima dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), menyebabkan pendidikan terhambat. Kebutuhan dana yang mendesak di sekolah, seharusnya diantisipasi dengan pencairan dana sesegera mungkin. Sehingga perlu ada kebijakan darurat yang lebih realistis serta memberi solusi dan bukan emosi.
Sejumlah daerah yang belum mencairkan dana BOS lebih banyak, sehingga ada saja kemungkinan bukan kesalahan daerah tetapi pusat juga harus mengintrospeksi diri. Sekolah sudah kehausan untuk memanfaatkan kucuran dana BOS tersebut.
Berdasarkan aturan baru mekanisme pencairan dana BOS, regulasinya berubah dimana tahun 2013 dana ditransfer langsung ke rekening sekolah, berbeda dengan tahun 2010/2011, tahun ini pusat mengalihkan ke kas daerah kemudian diteruskan ke sekolah.
Namun, tetap saja pencairan dana BOS sering terlambat, buktinya dana operasional sekolah (BOS) utuk MI dikabupaten Garut, dari bulan Januari hingga Maret belum juga turun, demikian diungkapkan ratusan sekolah swasta se kabupaten Garut kepada Bedanews.com, Jum’at (8/3).
Padahal bantuan operasional sekolah seharusnya dapat dicairkan dari bulan Januari 2013. Sudah 3 bulan keterlambatan dalam pencairan, sehingga beberapa bulan kepala sekolah menggunakan dana pinjaman sambil menunggu pencairan. Namun meski sudah melewati jatuh tempo pencairan yakni 14 Januari 2013, ternyata dana bantuan operasional sekolah (BOS) belum juga didistribusikan di kabupaten/kota.
Senada diungkapkan salah seorang guru MI asal Garut, Agus. Penyaluran dana BOS diakuinya sering mengalami keterlambatan. Namun keterlambatan seringkali berasal dari pihak sekolah sendiri akibat harus menyusun ulang nama-nama siswa didik baru yang akan mendapatkan dana BOS. “Kami hanya tinggal meneliti keakuratan data siswa dan kondisi sekolah," tutur Agus kepada Bedanews.com, Jum’at (8/3).
Karena itu, tutur Agus, pihaknya meminta agar pencairan dana Bos untuk sekolah swasta khususnya sekolah MI dapat dicairkan secara tepat waktu. Hal itu dilakukan agar pendidikan dilingkungan MI bisa berjalan dengan lancer, ujarnya. (Sighar)











