Kongres ini akan memilih Ketua Umum PWI periode 2025 – 2030 setelah konflik internal yang melahirkan dualisme kepemimpinan di tubuh organisasi warzawan tertua di Indonesia itu.
Menurut Dahlan Iskan, agar tidak memunculkan potensi konflik lagi, sebaiknya dua Ketua Umum PWI saat ini, yakni Hendry C. Bangun dan Zulmansyah Sekedang, tidak ikut maju dalam pemilihan.
“Tokoh-tokoh utama dari kedua kubu itu bisa didudukan sebagai penasihat,” ujarnya.
Sebulan menjelang pelaksanaan Kongres Persatuan PWI, telah muncul nama-nama bakal calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030.
Setidaknya, ada 7 nama yang saat ini beredar di media. Mereka adalah Hendry Ch Bangun (Ketum PWI hasil Kongres Bandung) dan Zulmansyah Sekedang (Ketum PWI hasil KLB Jakarta).
Lima nama lainnya adalah, Atal S. Depari (Ketum PWI Pusat 2018–2023), Teguh Santosa (Ketua Bidang Luar Negeri PWI periode 2013–2018 dan anggota Dewan Kehormatan PWI periode 2018–2020), Akhmad Munir (anggota Dewan Kehormatan PWI kubu Zulmansyah), Johnny Hardjojo (Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya) dan Rusdy Nurdiansyah (Ketua PWI Kota Depok). (Red).













