Melalui keterangannya, Selasa (5/5), Dekan Fikom UMB, Ahmad Mulyana menegaskan bahwa pola konsumsi pasif di media sosial berisiko membentuk identitas digital yang dangkal. Ia menyebut, transformasi menjadi kreator harus dimulai dari kesadaran kritis dalam berinteraksi.
“Selama ini banyak pengguna berhenti pada tahap menikmati konten. Padahal, setiap interaksi, komentar atau berbagi, sudah mencerminkan identitas digital. Dari situ seharusnya berkembang menjadi produksi konten yang lebih bermakna,” ujarnya.
Menurutnya, produksi konten orisinal bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk membangun reputasi dan daya saing di era digital. Konten yang edukatif dan inspiratif dinilai mampu menggeser dominasi konten hiburan yang minim nilai.













