Sementara itu, Muhammad Raqib Mohd Sofian menyoroti sisi lain ekosistem digital, yakni dorongan monetisasi yang kian kuat. Ia menilai, algoritma platform tidak netral, melainkan mengarahkan pengguna pada pola produksi konten yang mengejar keterlibatan.
“Media sosial hari ini bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga arena ekonomi. Pengguna perlu sadar bahwa setiap konten berpotensi menghasilkan nilai, baik sosial maupun finansial,” jelasnya.
Dalam forum yang sama, Afdal Makkuraga Putra menekankan munculnya generasi prosumer, yakni individu yang sekaligus memproduksi dan mengonsumsi informasi. Ia menyebut, batas antara audiens dan kreator kini semakin kabur.
“Jika siswa tidak didorong menjadi produsen, mereka akan terus berada di posisi pasif dan rentan terhadap arus informasi yang tidak terkontrol,” ungkapnya.













