Melalui keterangannya, Kamis (22/10), Leo Handoko, Direktur JAPFA mengatakan, Kinerja Semester I-2026 mencerminkan model bisnis JAPFA yang berkelanjutan, serta komitmen kami untuk terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas di seluruh lini usaha. “Di tengah dinamika pasar dan tekanan biaya bahan baku, kami tetap berfokus pada penguatan bisnis inti, percepatan digitalisasi dan optimalisasi sinergi antar unit usaha untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Diketahui, pada 30 Juni 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp 45,15 triliun, meningkat dari Rp 36,37 triliun pada 30 Juni 2025. Belanja modal (capital expenditure/capex) selama 1H2026 mencapai Rp 2,16 triliun, dibandingkan Rp 932 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total utang berbunga tercatat sebesar Rp 16,27 triliun, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 64,1%.













