Kalsium dan magnesium dapat ditemukan dari rumput laut, biji wijen, alpukat, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan juga kelapa.
4. Pintar memilih pembalut dan tisu
Pilihlah pembalut yang aman dan bebas dari bahan berbahaya. Hindarilah tisu dan pembalut yang mengandung parfum atau pewangi karena dapat mengganggu pH alami dalam vagina.
5. Gantilah pembalut secara rutin
Ketika menstruasi, pembalut menjadi lembap. Oleh karena itu, gantilah pembalut secara rutin agar tidak iritasi dan bebas dari infeksi.
6. Bersihkan organ intim
Ketika membersihkan organ intim, hindarilah penggunaan sabun, gel, ataupun antiseptik. Ketiga hal tersebut dapat merusak pH dalam vagina dan memicu iritasi.
Di dalam vagina terdapat bakteri sehat yang dapat menjaga kadar pH vagina itu sendiri sehingga tak perlu membersihkan dengan sabun, gel, ataupun antiseptik.
7. Tidak melakukan kegiatan seksual yang berisiko tinggi
Penting bagi remaja dengan rasa ingin tahu yang tinggi untuk menerima edukasi yang cukup terkait hubungan seksual. Jika sembarangan, kegiatan seksual dapat berisiko pada penyakit menular seksual (PMS), seperti HIV/AIDS, sifilis, dan penyakit seksual lainnya.
8. Teliti dalam membeli dan menggunakan celana dalam
Saat membeli celana dalam, pastikan yang berbahan katun karena dapat menyerap keringat dan membiarkan vagina “bernafas”. Pilihlah ukuran yang pas dengan tubuh. Jangan terlalu kecil dan terlalu besar. Pastikan rutin mengganti celana dalam. Dalam sehari, gantilah celana dalam sebanyak 2 kali.












