Lebih lanjut, Subhany mengatakan, aplikasi e-SPM juga menunjukkan bahwa pada triwulan 3 ini masih terdapat beberapa provinsi yang belum konsisten dalam penyampaian pelaporannya antara triwulan 2 dan triwulan 3 yang memperlihatkan untuk tingkat keterisian atau capaian masih 0% di triwulan 3, sementara berdasarkan data pada triwulan 2 sebelumnya sudah berprogres.
Menyoal hal tersebut, Subhany mengingatkan pemerintah daerah yang belum menginput atau terindikasi inkonsistensi dalam melaporkan capaian SPM segera menyesuaikan dan menyelesaikan penginputan laporan capaian SPM melalui e-SPM dan berkoordinasi dengan Sekber SPM Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.
“Sebagai contoh, pelaporan yang masuk melalui aplikasi e-SPM Ditjen Bina Pembangunan Daerah, untuk rata-rata pencapaian SPM, khusus subbidang Trantibum, di provinsi secara nasional hingga menjelang akhir triwulan 3 ini capaiannya sebesar 66.84%. Terdiri atas capaian untuk penerima layanan dasar sebesar 55.41% dan capaian mutu layanan dasar sebesar 12.25%,” terang Subhany.













