Cimahi, BEDAnews
Peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cimahi 2012, diharapkan bisa menghibur dan mencerdaskan masyarakat pemilih. “Pemilih harus dibuat cerdas jangan dibodohi oleh para peserta pemilu dengan berbagai janji dan ajakan yang tak mendidik masyarakat,”. demikain dikatakan Ketua KPU Kota Cimahi Ikin Sodikin, saat rapat koordinasi Pimpinan Daerah Kota Cimahi, menjelang pelaksanaan kampanye Pemilukada September mendatang.
Menurut Ikin, masyarakat jangan dibuat bingung dengan berbagai ajakan yang tidak jelas, lebih baik digugah supaya masyarakat pemilih bisa melaksanakan hak demokrasinya dengan tertib, aman dan bertanggungjawab.
KPU sebagai penyelenggara Pemilu akan mempersiapan rambu-rambu yang harus dipatuhi oleh semua peserta Pemilukada. Pelaksanaan Kampanye Calon walikota dan wakil walikota Cimahi akan berlangsung mulai 22 Agustus sampai 2 September 2012.
Sedangkan Kapolres Cimahi AKBP Anwar, Sik meminta supaya jumlah kendaraan peserta konvoi saat kampanye dilakukan baik roda empat maupun roda dua dibatasi, sehingga tidak mengundang kemacetan dan terganggunya ketertiban masyarakat lain diluar peserta kampanye Pemilukada.
“Kami mengharapkan supaya rute serta ada pembatasan jumlah peserta kampanye terutama yang melakukan konvoi, harus diatur setelah kampanye dilakukan peserta membubarkan diri,” paparnya.
Ketua Tim Pasangan Ahmad Ramli-Jumadi (Arjuna) mengatakan, peraturan pelaksanaan kampnye yang ditentukan oleh KPU hendaknya berlaku tak hanya untuk peserta pemilu saja, namun juga mengatur semua pelaksana Pemilu, Pengawas, PNS dan semua pihak terkait lainnya.
“Tidak adil rasanya jika aturan ini hanya diberlakukan kepada semua pasangan calon, karena semua pihak yang terlibat dalam pelaksanan Pemilukada ini juga harus mematuhi aturan yang ditentukan, karena para penyelenggara dan instansi terkait harus menjadi contoh bagi para pasangan calon dan maasyarakat Kota Cimahi, sebagai pemilik kedaulatan,” ujar Effendi. (M.Fachri)












